PROPOLIS

Propolis,  dihasilkan lebah sebagai pembalsam benda asing yang masuk ke dalam sarang sekaligus dipakai untuk menambal retakan pada sarang. Pada sarang lebah ternak, propolis kerap ditemukan di kayu penutup sarang. Warnanya kehitaman. Karena itu oleh peternak kerap dianggap sebagai kotoran dan dibuang. Padahal riset di Jepang sejak 1990-an menunjukkan propolis sebagai panasea baru.

Propolis merupakan campuran getah tanaman seperti pinus dan akasia plus cairan khusus yang dikeluarkan lebah. Kualitas propolis antara lain tergantung pada sumber tanaman penghasil getah. Sumber tanaman penghasil propolis di daerah subtropis, seperti Rusia, Inggris, Jepang, Amerika Serikat, Argentina, dan Australia adalah poplar Populus sp. Sementara green propolis asal Brasil didapat dari getah tanaman Baccharis dracunculifolia. Red propolis bersumber dari tanaman Dalbergia sp.

Tanaman-tanaman itu memiliki kandungan bioflavonoid tinggi. Flavonoid berperan sebagai antioksidan. Riset juga menunjukkan propolis bersifat antibakteri, anticendawan, dan antivirus. Pantas banyak penyakit bisa disembuhkan dengan konsumsi propolis. Sebut saja diabetes mellitus, stroke, hepatitis, kanker, hipertensi, tuberkulosis, batu ginjal, dan HIV/AIDS. Jika lebah sekadar memanfaatkan getah itu untuk menambal sarang dan balsam, maka bagi manusia propolis adalah penyambung nyawa. (Evy Syariefa/Peliput: Rosy Nur Apriyanti)

Catatan tentang Propolis

  1. Berasal dari getah – resin – tanaman dari kelompok pinus dan akasia yang dikumpulkan lebah. Resin dikunyah bersama liur lebah, lalu dibentuk dan disimpan dalam corbicula alias keranjang polen terletak di paha. Propolis dipakai untuk menambal sarang karena memiliki daya rekat kuat dan pembalsam benda asing – misal hama seperti kecoak dan cecak – yang masuk ke sarang. Beda getah tanaman, beda antimikroba yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan propolis digunakan sebagai salah satu bahan membungkus mumi pada era Mesir Kuno karena kandungan antimikrobanya tinggi.
  2. Propolis kaya kandungan antibakteri, anticendawan, dan antivirus sehingga dapat dipakai untuk mengatasi banyak penyakit maut. Propolis terbaik di dunia berasal dari Brasil disebut sebagai green propolis. Di tanahair tersedia produk propolis berbentuk kapsul dan cairan.

Propolis mentah, berwarna gelap hijau hingga kopi. Banyak penyakit yang bisa disembuhkan denganpropolis

Minggu, 7 November 2010

Flavonoid Propolis Memiliki Properties neuroprotektif

Astaxanthin Upregulates Heme oxygenase-1 Ekspresi Melalui Jalur ERK1 / 2  dan Efek pelindungnya Terhadap sitotoksisitas Beta-Amyloid-Terinduksi didalam Sel SH-SY5Y
Brain Res, 2010 November 11; 1360:159-67

Astaxanthin (ATX), adalah flavonoid paling banyak yang terdapat dalam propolis, propolis telah terbukti mampu mengerahkan properti neurotoksisitas saraf terhadap glutamat-terinduksi dan apoptosis iskemia-reperfusi-terinduksi.

Studi sebelumnya telah mengungkapkan bahwa ATX dapat menyelamatkan sel PC12 dari kematian-apoptosis Aβ (25-35)-terinduksi . Namun, mekanisme ATX menengahi efek terapetik in vitro belum jelas.

Dalam studi ini, kita menjelajahi mekanisme yang mendasari terlibat dalam efek protektif ATX pada Aβ (25-35)-sitotoksisitas diinduksi dalam sel SH-SY5Y.

Pra-pengobatan dengan ATX untuk 4h secara signifikan mengurangi hilangnya viabilitas Aβ (25-35)-induced, tingkat apoptosis dan dilemahkan Aβ-dimediasi produksi ROS. Selain itu, ATX menghambat Aβ (25-35)-induced menurunkan potensial membran, penurunan rasio Bcl-2/Bax. Kami juga menunjukkan bahwa ATX bisa mencegah pengaktifan jalur p38MAPK kinase diinduksi oleh Aβ. Selain itu, kami untuk pertama kalinya telah mengungkapkan ATX meningkat oksigenase antioksidan enzim heme-1 (HO-1) ekspresi dalam tata krama tergantung konsentrasi dan waktu yang tergantung, yang berhubungan dengan efek protektif terhadap Aβ (25-35)-induced cedera. Karena inhibitor HO-1 aktivitas, ZnPP membalik efek perlindungan dari ATX terhadap Aβ (25-35)-kematian sel yang diinduksi.

Kami juga menunjukkan bahwa inhibitor ERK spesifik, PD98059, konsentrasi-ketergantungan diblokir pada ATX-ekspresi diinduksi-1 HO, dan sementara itu PD98059 membalik efek perlindungan dari ATX terhadap kematian sel Aβ25-35-induced.

Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan astaxanthin yang dapat menginduksi ekspresi HO-1 melalui aktivasi jalur sinyal ERK, sehingga melindungi sel SH-SY5Y dari Aβ (25-35)-kematian sel yang diinduksi oksidatif.

Apakah Propolis itu?

Propolis adalah zat berbentuk resin yang dihasilkan lebah pekerja dari getah pohon yang kemudian dikeluarkan dari kelenjar pada lebah pekerja tersebut. Propolis memiliki warna yang bervariasi dari hijau gelap hingga hijau kopi yang akan bertambah gelap seiring waktu. Propolis memiliki aroma khas dan memiliki rasa pahit. Propolis tersusun dari resin, wax, essensial oils, pollen dan kaya akan mineral, khususnya unsure besi dan seng.

Kualitas Terapetik Propolis

Propolis telah lama digunakan sebagai obat tradisional namun sekarang digunakan juga sebagi pengobatan kuno dengan memberikan kualitas terapetik yang tinggi.Propolis digunakan untuk pengobatan penyakit pembuluh darah, asma, ulkus lambung, gastritis dan berbagai radang mulut dan tenggorokan.
Propolis berhasil digunakan sebagai agen medis dalam pengobatan berbagai penyakit kulit seperti luka bakar, berbagai jenis eksim, kutil dan wasir dan juga merangsang regenerasi jaringan.

  1. #1 by dhenok hastuti on 11 April 2011 - 11:17 am

    thanks, infonya.. dan thanks jg sdh bkunjung🙂 salam..

    • #2 by tyanto on 11 April 2011 - 11:19 am

      salam kenal aja…

      keep writing…..!!!

  2. #3 by tyanto on 15 Januari 2011 - 7:21 am

    sama-sama Om……🙂

  3. #4 by gpksb on 14 Januari 2011 - 1:39 pm

    Terima kasih Mas, informasinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: