APITHERAPY

by Tyanto Priyatno, S.Si.

Sifat antimikroba terdiri antibakteri, antijamur, dan antviral. Sifat-sifat tersebut sangatlah penting untuk melawan infeksi yang disebabkan oleh mikroba. Semua produk lebah memiliki sifat antimicrobial, antimikroba yang paling utama dari produk lebah adalah Bee Venom, madu dan propolis.

Sebuah hadits rasululloh diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abu Sa’id Alkhudri menyebutkan ; Pada suatu ketika datanglah seorang laki-laki menghadap Rasululloh saw. Dan berkata “Saudaraku mengeluhkan sakit pada perutnya”. Rasululloh berkata “Minumkanlah padanya madu”. Orang itu lalu pergi dan kembali lagi, ia berkata “Aku telah meminumkannya madu, namun tidak ada perubahan apa-apa”. Setiap kali menerima pengaduan laki-laki itu Rasululloh saw. Selalu berkata (kepada laki-laki itu), “Minumkanlah padanya madu”. Sampai akhirnya pada kali ketiga atau keempat Rasululloh bersabda, “Allah pasti benar, yang berdusta adalah perut saudaramu. Pergilah dan minumkanlah padanya madu”. Kemudian laki-laki itu pergi dan meminumkan madu kepada saudaranya dan sembuhlah saudaranya itu.

Peristiwa tersebut dalam dunia penyembuhan disebut reaksi DoC (Direction of Cure) yaitu reaksi proses penyembuhan atau reaksi tindak balas. Bukan saja minum madu yang memberikanreaksi seketika sakit perut atau mulas-mulas, muinum habbatussauda juga demikian. Ada juga reaksi setelah disengat lebah berupa demam, minum herba menjadi pusing-pusing, dll. Berbagai reaksi tindak balas ini bisa berlangsung 1-3 jam bahkan berhari-hari.

Terapi lebah

Disebut juga apiterapi (dari kata apis = lebah dan therapy = pengobatan) diartikan sebagai pengobatan yang menggunakan berbagai macam produk dari lebah yaitu : madu, madu sarang, madu granulasi, pollen lebah, roti lebah, propolis, lilin, bisa lebah, susu lebah, larva lebah pekerja, larva lebah jantan, dan larva ratu.

Terapi lebah yang tertua sudah dikenal sejak 2100 SM, hal ini diketahui dari catatan kuno yang terdapat di sekitar Mesir di aliran sungai Efrat. Madu adalah metoda terapi lebah yang tertua. Madu digunakan oleh Hipocrates untuk mengobati luka, borok, borok yang menjalar, bisul dan untuk kosmetik.

Oleh karena itu hingga kini penggunaan madu untuk pengobatan utama maupun pengobatan komplementer senantiasa berkembang. Bahkan bagi para pencinta pengobatan alternatif, madu menjadi pilihan pertama dan diikuti oleh beberapa produk lebah lainnya seperti propolis, Bee Pollen, Bee Venom, Royal Jelly, larva Lebah dan produk lebah lainnya.

Ikhtisar

Meskipun sifat anti-tumor dari beberapa zat dalam produk lebah telah dipelajari di laboratorium, belum banyak studi klinis pada manusia menunjukkan bahwa racun lebah atau produk lebah madu lainnya efektif dalam mencegah atau mengobati kanker.

Bagaimana Apitherapy  bisa dipromosikan untuk digunakan?

Praktisi Apitherapy mengklaim bahwa racun lebah mengandung zat anti-inflamasi yang mengurangi rasa sakit yang kronis dan dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit, termasuk beberapa jenis  penyakit arthritis, masalah neurologis seperti Multiple Sclerosis, sakit pinggang, dan sakit kepala migrain, dan masalah kulit seperti eksim , psoriasis, dan herpes.

Klaim yang lain menyatakan bahwa madu segar merupakan sumber pembangun energi yang mengandung mineral dan vitamin B kompleks. Mengandung anti-jamur, anti-bakteri, anti-inflamasi, dan sifat anti-tumor.

Serbuk sari lebah mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia dan yang mengandung lima sampai tujuh kali lebih banyak protein yang dikandung daging sapi. Sarang lebah madu yang mengandung serbuk sari juga efektif untuk mengobati alergi. Mengkonsumsi Bee Pollen dapat meningkatkan daya tahan, memberikan energi, dan meningkatkan kinerja tubuh secara keseluruhan.  Beberapa zat aktif dalam produk lebah memiliki efek anti-kanker.

Apa saja yang Terlibat dalam Apitherapy?

Dengan menggunakan racun lebah hidup, yang menyengat pasien di titik tertentu, prosedur tersebut dilakukan berulang-ulang selama periode waktu tertentu. Suntikan juga bisa digunakan. Misalnya, untuk pasien arthritis, disarankan bahwa racun lebah disuntikkan pada titik-titik pemicu setiap hari selama empat sampai enam minggu.

Selain racun lebah, bentuk-bentuk lain yang populer dalam perawatan dengan metoda Apitherapy adalah madu dan bee pollen. Metoda tersebut umumnya digunakan dalam bentuk pil, bubuk, dan suntikan. Di Cina, madu segar digunakan untuk luka bakar sebagai antiseptik dan penghilang rasa sakit. Metode lain juga dapat digunakan.

Produk lebah sudah cukup banyak tersedia di apotek, toko makanan kesehatan, toko-toko yang mengkhususkan diri dalam produk-produk lebah, dan melalui Internet.

Apakah sejarah yang melatarbelakanginya?

Berbagai bentuk Terapi lebah telah digunakan oleh banyak budaya sejak zaman kuno. Bahkan ada referensi dalam Al-Qur’an tentang sifat cairan obat yang dihasilkan oleh lebah. Budidaya tentang sarang lebah ini telah ditulis semenjak tahun 800 SM. Charlemagne (742-814 AD) dikatakan telah diobati dengan sengat lebah. Pada 1888, dokter Austria Phillip Terc menganjurkan menggunakan sengat lebah sebagai pengobatan untuk rematik.

Terapi lebah terus menjadi suatu bentuk terapi alternatif yang populer. Studi tentang penggunaan produk lebah atau komponen lainnya untuk mengobati berbagai penyakit telah muncul dalam literatur medis sejak 70 tahun terakhir.

Apa buktinya?

Kebanyakan penelitian tentang racun lebah berfokus pada penggunaan immunotherapy untuk mencegah reaksi alergi terhadap sengatan lebah. Namun, beberapa hewan percobaan dan studi laboratorium telah menunjukkan efek anti-kanker dari beberapa produk lebah, seperti propolis dan melittin.

Propolis adalah senyawa alami yang dibuat oleh lebah untuk melapisi bagian dalam sarang mereka. Beberapa zat yang terkandung didalamnya menunjukkan sifat antioksidan dan antitumor dalam pengujian awal di laboratorium dan pada studi hewan percobaan, tapi belum diuji pada manusia.

Melittin merupakan komponen utama yang terkandung dalam racun lebah. Melittin membunuh sel kangker dengan cara kontak langsung yang kemudian memecah sel tersebut. Melittin juga memiliki sifat anti-inflamasi. Menurut beberapa peneliti, melittin menunjukkan aktivitas melawan sel-sel kanker dalam penelitian di laboratorium. Para ilmuwan di Australia telah mengubah struktur molekul melittin dengan menghapus bagian yang menyebabkan reaksi alergi pada beberapa pasien, serta tetap menjaga kemampuan membunuh sel kangker, dan menggabungkan molekul dengan antibodi untuk lebih mengarahkan pada sel-sel kanker. Dengan menggunakan pendekatan ini, mereka telah mampu menunjukkan beberapa aktivitas anti-kanker pada studi dengan menggunakan tikus. Studi pada orang yang belum dilaporkan dalam literatur medis yang ada.

Beberapa studi awal juga melihat kemungkinan sifat antikanker pada madu. Sebuah studi dari Jepang menemukan bahwa larutan yang mengandung madu memiliki beberapa efek terhadap sel-sel kanker kandung kemih di laboratorium dan terhadap tumor kandung kemih pada tikus. Tidak ada studi telah dilaporkan pada manusia dalam literatur medis.

Apakah ada kemungkinan permasalahan atau komplikasi?

Meskipun beberapa laporan dari interaksi dan efek berbahaya dapat dipublikasikan, studi penuh tentang interaksi dan efek samping tidak cukup tersedia. Karena keterbatasan tersebut, setiap informasi pada efek sakit apitherapy dan interaksinya di bawah ini harus dianggap tidak lengkap.

Beberapa orang memiliki reaksi alergi ekstrim untuk sengatan lebah, yang paling parah dapat berakibat fatal. Sesak napas bahkan kematian telah dikaitkan dengan penggunaan royal jelly. Orang dengan sistem kekebalan yang lemah harus berhati-hati mengkonsumsi madu, karena tidak menutup kemungkinan madu dapat mengandung bakteri atau jamur bahkan pestisida (khususnya untuk madu yang berasal dari lebah ternak yang digembalakan ke daerah pertanian yang menggunakan pestisida).

Efek yang mungkin timbul dari racun lebah pada kehamilan belum diteliti dengan baik.  Dengan bergantung pada pengobatan ini saja dan menghindari atau menunda perawatan medis konvensional.

  1. #1 by damarwulan on 10 Januari 2014 - 12:26 am

    salam kenal buat semuanya.

    • #2 by tyanto on 15 Januari 2014 - 7:33 am

      slam kenal juga

  2. #3 by I Gusti Ngurah Panji Sundanegara on 3 Agustus 2013 - 12:10 am

    Mas punya club apitherapist?,saya tahu sedikit -sedikit kalau ada saya mau gabung terimakasi
    wass/Panji attu_sundanegara @yahoo.com 0813 9413 0213

    • #4 by tyanto on 3 Agustus 2013 - 12:51 pm

      Kalau secara Formal kita belum punya club. Tapi secara jaringan diantara terapist, pasien, atau para pengguna produk lebah alhamdulillah sudah mulai dijalin sebagai cikal bakal club secara formal. Kedepan mudah2an menjadi club yang bisa meningkatkan wawasan anggotanya juga kemampuannya dalam menggunakan berbagai produk lebah khususnya sebagai obat atau dalam pengobatan….

  3. #5 by tyanto on 5 November 2010 - 9:40 am

    siap KOP….. urang cobian ah…. nuhun support na…

  4. #6 by kopral cepot on 4 November 2010 - 12:20 pm

    Pernah baca ini ” Pembuatan alat perangkap racun lebah (bee venom) untuk mendapatkan racun lebah lokal (apis cerana) dalam upaya menciptakan pendapatan tambahan dari ternak lebah tradisional”
    laporan penelitian oleh W. Daradjat Natawigena, Yadi Supriadi, Roni Kastaman. fak pertanian unpad tahun 1997 … “alat perangkap racun lebah” maksudna noan nya?

    • #7 by tyanto on 5 November 2010 - 9:42 am

      urang bahas nya…..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: