GAGAL GINJAL : strategi terapi


Suatu ketika saya mengantar seorang sahabat untuk melakukan hemodialisa, banyak hal baru yang saya peroleh dari pengalaman tersebut. Satu ungkapan mengalir dari mulut sahabat saya,… “sekarang ginjal saya itu ini…. ” sambil menunjuk kepada mesin dialisis yang ada disamping tempat tidur. Dia mulai membongkar isi tas yang dibawanya sebagai teman suntuk yang akan dilaluinya selama sekitar 4-5 jam. Ada buku bacaan, makanan ringan, minuman dan beberapa benda lainnya sebagai pelengkap.

Penyakit Gagal Ginjal adalah suatu penyakit dimana fungsi organ ginjal mengalami penurunan hingga akhirnya tidak lagi mampu bekerja sama sekali dalam hal penyaringan pembuangan elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan zat kimia tubuh seperti sodium dan kalium didalam darah atau produksi urine.

Hemodialisa dibutuhkan apabila fungsi ginjal seseorang telah mencapai tingkatan terakhir (stage 5) dari gagal ginjal kronik. Dokter akan menentukan tingkatan fungsi ginjal seseorang berdasarkan perhitungan GFR atau Glomerular Filtration Rate, dimana pada tingkatan GFR dibawah 15, ginjal seseorang dinyatakan masuk dalam kategori gagal ginjal terminal (End Stage Renal Disease).

hemodialisa

Efek Hemodialisa

Ketika hemodialisa dilakukan, darah dibersihkan dari berbagai zat racun yang ada daam tubuh. Namun sayangnya bukan hanya  racun  tubuh saja yang terkuras keluar. Sepertinya saya sangat yakin bahwa sederet zat lain dalam darah pun ikut terkuras dan terbuang, katakan saja misalnya glukosa darah sebagai bahan pokok metabolisme energi. Banyak juga zat antibodi tubuh, hormon-hormon yang berada dalam darah dan entah apalagi.

Saya yakin bahwa selama proses dialisa terjadi penurunan kadar racun secara drastis dalam tubuh penderita Gagal Ginjal Terminal (GGT, End Stage Renal Disease). Namun saya pun yakin bahwa selama proses dialisa terjadi juga penurunan kondisi tubuh secara drastis pula dengan terbuangnya berbagai zat yang dibutuhkan tubuh dalam darah.

Menuju hemodialisis berikutnya

Dialiser

Sepertinya kita semua sangat yakin bahwa selama penantian dialisa berikutnya adalah masa-masa menumpuk racun dalam darah karena hilangnya fungsi ginjal sebagai aparatus auto filtrasi yang sangat selektif. Sederet hal buruk pun terjadi selama itu. Mulai dari pemadatan racun tubuh  yang kemudian disimpan dalam berbagai jaringan, kerja kerasnya enzim dan hormon tubuh dalam rangka membantu menyetabilkan tubuh yang sedang ‘keracunan’. Akibatnya?? sepertinya sudah bisa ditebak bahwa efektifitas obat-obatan pun akan sangat menurun karena banyak sekali hambatan-hambatan yang harus dilalui dengan tingginya konsentrasi racun tubuh. Dan sepertinya nutri yang disupai oleh usus pun terkuras habis digunakan untuk penyetabilan tubuh daripada untuk membangun, jangankan membangun jaringan tubuh secara umum, hanya untuk merehabilitasi ginjal yang sudah rusak pun jadi tidak cukup….

Celah pengobatan

High concentrate nutrient low waste, nutrisi yang padat akan gizi, kalori, mineral, enzim, namun sangat rendah sisa buangannya. Itu merupakan pilihan terbaik dalam rangka menurunkan konsentrasi racun tubuh selama menuju dialisa berikutnya. Pada saat dialisa dilakukan bagaikan proses pelepasan belenggu, satu persatu diurai. Manfaatkan waktu tersebut dengan memberikan asupan baik berupa nutrisi maupun obat, ibarat jalan tol yang sedang dikosongkan akan sangat lenggang. Saya yakin pada saat konsentrasi racun tubuh terendah lah efektifitas nutrisi dan obat akan bekerja paling optimal.

Tidak adanya pengaruh obat itu bisa jadi karena tidak adanya penerimaan thabi’ah terhadap obat tersebut. Terkadang pula karena adanya penghalang yang kuat yang mencegah bekerjanya obat tersebut. Karena bila thabi’ah mengambil obat dengan penerimaan yang sempurna, niscaya manfaat yang diperoleh tubuh dari obat itu sesuai dengan penerimaan tersebut.

Demikian pula hati. Bila hati mengambil ruqyah dan doa-doa perlindungan dengan penerimaan yang sempurna, bersamaan dengan orang yang meruqyah memiliki semangat yang berpengaruh, niscaya ruqyah tersebut lebih berpengaruh dalam menghilangkan penyakit.” (Ad-Da`u wad Dawa`, hal. 8)

Susun strategi sembuh anda

…… bersambung nanti ya….

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: