TURUN BERAT BADAN DENGAN MADU DAN BEE POLLEN


by. Tyanto Priyatno, S.Si.

….. sebelum lebih lanjut membaca, ingatlah selalu frase ini….

CHANGE YOUR THINKING CHANGE YOUR FEELING……

CHANGE YOUR BEHAVIOR CHANGE THE RESULT…..

….. mari kita mulai…

DIET atau DIETING adalah upaya pengaturan pola makan agar memiliki nilai-nilai gizi yang seimbang. Tentunya setiap individu akan sangat berbeda. Meskipun demikian, ada patokan-patokan yang sifatnya umum atau objektif. Namun secara khusus (subjektif) akan sangat berbeda bagi setiap individu.

Hal-hal yang akan membedakan bagi setiap individu diantaranya adalah :

  1. Faktor  usia, semakin tua usia maka umumnya akan semakin lambat metabolism tubuh seseorang. Artinya harus semakin memilih “Low GI dietary”
  2. Jenis Kelamin, pria umumnya memiliki kebutuhan energy dan nutrisi sedikit lebih banyak dari wanita.
  3. Tinggi badan, ini berkaitan dengan volume ideal dan pemenuhan kebutuhan nutrisi dan kalori terhadap kebutuhan tersebut.
  4. Aktifitas rutin. Ada 3 kategori dalam hal ini :
  • Berat, yakni aktifitas fisik sebagaiman para pekerja kasar
  • Sedang, yakni aktifitas rumah tangga atau aktifitas seorang supervisor
  • Ringan, yakni aktifitas kantoran yang umumnya adalah aktifitas administrative maupun guru atau dosen.
  1. Kesehatan, tentunya ini akan lebih spesifik lagi. Karena seorang yang sedang sakit akan membutuhkan lebih banyak nutrisi dan kalori untuk meningkatkan proses recovery atau penyembuhan. Penyakit berat akan membutuhkan lebih banyak dari pada penyakit ringan.

PASTIKAN SISTEM PENCERNAAN DAN METABOLISME ANDA DALAM KEADAAN NORMAL DAN TIDAK TERGANGGU.

Pencucian perut adalah salah satu cara untuk mengetahui hal tersebut, atau setidaknya kita yakin bahwa kita akan memulai dengan sesuatu yang benar, baik dan tidak berlebihan (halal, thoyib, laa tusyrifu). Ini bias dilakukan oleh makanan atau obat yang memiliki sifat laxative atau gunakan madu, karena madu memiliki sifat tersebut.

TERATUR DAN TIDAK TERGESA-GESA

Persiapan mental akan menjadi factor yang mengambil porsi 50% dari keberhasilan program ini. Yakinlah bahwa proses yang akan dilakukan adalah benar dan merupakan wujud optimal dari upaya yang bias kita lakukan. 50% sisanya akan berbagi antara kualitas makanan dan lingkungan.  Semakin baik kualitas makanan dan lingkungan kita tentnunya akan semakin memberikan dukungan positif terhadap program ini.

MULAI BERHITUNG

Penurunan Berat Badan (Kegemukan)

Antara perasaan kegemukan dan kenyataan subjektif  dari keadaan tubuh seseorang tentu akan relative. Artinya, mungkin anda akan merasa kegemukan padahal tidak menurut pandangan umum atau sebaliknya. Maka kemudian diambilah istilah Berat Badan Ideal (BBI) sebagai salah satu patokannya.

Bila memang anda merasa kegemukan, fokuslah pada “kelebihan lemak tubuh”.

Langkah logis :

Berikan kesempatan pada tubuh untuk memenuhi Kebutuhan Kalori Basal. Maka tubuh akan membongkar lemak tubuh dan akan digunakan sebagai Bahan Bakan Tubuh untuk beraktifitas. Maka berat badan anda akan turun.

Berikan dukungan kepada tubuh untuk bisa melakukannya dengan baik dengan cara meningkatkan asupan nutrisi yang sifatnya essensial baik dari golongan protein maupun mineral.  Ini akan membantu meningkatkan kuantitas dan kualitas enzim untuk membongkar lemak tubuh anda.

Penyimpangan Metabolisme (Kegemukan)

Banyak sekali penyimpangan metabolism yang terjadi, namun sangat sedikit orang menyadarinya meskipun itu terjadi pada dirinya sendiri.

–          Saya makan sedikit, tapi kenapa saya gemuk???

Ini adalah kenyataan bahwa seseorang dapat memiliki kecenderungan yang berbeda, untuk kasus ini berarti orang tersebut lebih memiliki kecenderungan menyimpan lemak daripada menggunakannya. Seringkali ada hubungannya dengan pola asupan yang cenderung ‘High GI’ sehingga mencetak pola yang ‘permanen’. Hal tersebut terjadi karena proses yang berlangsung lama.

Langkah Logis :

Buat pola asupan baru untuk mengkonsumsi “low GI”, bersabarlah dan jangan tergesa-gesa karena proses pencetakanulang pola yang baru ini akan membutuhkan waktu yang mungkin cukup lama.

–          Saya sering merasa lapar dan selalu ingin ngemil.

Buka lah mindset anda. Anda akan berubah karena anda merubah.

Walaupun sangat mungkin kasus ini dikarenakan terjadinya penyimpangan system metabolisme primer atau buruknya asupan karena tidak seimbangnya komposisi antara Karbohidrat, Lemak dan Protein. Sapi akan menjilat batu atau tembok kandangnya manakala tubuhnya memerlukan tambahan mineral. Perasaan ingin menjilat batu akan muncul dikarenakan serangkaian perintah yang sangat komplek dalam tubuh sapi. Manusia pun memiliki rangkaian dan mekanisme biologis yang sama dan bahkan jauh lebih kompleks lagi dengan hadirnya akal dan fikiran.

FAKTA MENARIK

Gula pasir memiliki nilai GI 70 sedangkan gula Aren sedikit lebih tinggi, namun madu dengan berbagai jenis dan asalnya memiliki rata-rata nilai GI 55 bahkan ada beberapa jenis madu dengan nilai GI dibawah 20. Kenyataannya adalah bahwa komposisi madu rata-rata 80-90% adalah gula (glukosa, sukrosa, fruktosa) yang relative tidak jauh berbeda dengan gula pasir maupun jenis gula lainnya. Keberadaan enzim dan senyawa bahan alam aktif lainnya ternyata mampu menurunkan nilai GI hampir 30%. Kenapa kita tidak menambahkan madu pada asupan kita dengan maksud menurunkan GI dari berbagai asupan kita.

PROSES LOGISNYA

  1. Madu bila dicampurkan dengan berbagai makanan akan menurunkan nilai GI nya. Artinya kita tidak direpotkan dengan keharusan memilih berbagai jenis asupan dalam rangka menjalankan program diet ini.
  2. Anda hanya perlu mengurangi jumlah asupan karbohidrat sekitar 25% dari kebiasaan anda. Akan lebih bagus lagi bila 25% sumber karbohidratnya juga diganti dengan Low/Medium GI karbohidrat. GAntikan beras anda dengan beras merah (GI 55).
  3. Minumlah madu dimanapun ketika anda merasa lapar, cukup 1sendok makan saja. Sesering anda merasa lapar, sesering itu pula anda minum madu sampai tiba waktu untuk makan dengan tenang tidak tergesa-gesa.
  4. Untuk melengkapi asam amino esensial dan mineral, tambahkan Bee Pollen dalam rutinitas nutrisi harian anda.

….. sebelum lebih lanjut membaca, ingatlah selalu frase ini….

CHANGE YOUR THINKING CHANGE YOUR FEELING……

CHANGE YOUR BEHAVIOR CHANGE THE RESULT…..

….. mari kita lanjutkan…

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: