MADU BAGI PENDERITA DIABETES MELITUS


Tyanto Priyatno 20 Januari jam 9:32
Madu segar dan sarangnya

nutrisi pada madu tinggal diserapoleh tubuh.

Madu adalah sumber karbohidrat istimewa karena dalam pengolahannya menjadi energi untuk kebutuhan tubuh tidak memerlukan hormon insulin. Hal ini dikarenakan lebah pekerja telah menyertakan enzim yang dibutuhkan untuk proses metabolisme. Bandingkan dengan gula, atau sumber polisakarida lainnya, sekecil apapun atau sesedikit apapun gula atau polisakarida lain masuk, semuanya meminta kepada tubuh kita untuk disediakan berbagai hormon dan enzim. Itulah yang akan semakin melemahkan penderita diabetes melitus, sungguh sangat berbeda dengan madu, nutrisi dan energi yang terkandung didalamnya tinggal diserap saja oleh tubuh.

Bagi penderita DM dengan mengkonsumsi madu terus menerus dan teratur akan memeberikan energi dan nutrisi yang cukup, bahkan kandungan bahan aktif alam lainnya yang terkandung dalam madu akan memperbaiki berbagai kerusakan organ-organ tubuh, bahkan pangkreas bagi penderita DM.

Gula dan Glikemik Indeks (GI)
Gula meja atau gula pasir (sukrosa) memiliki nilai GI menengah (sekitar 60-65). Hal ini disebabkan gula meja adalah disakarida (gula ganda) yang terdiri dari satu molekul glukosa (GI =100) dan satu molekul fruktosa (GI = 19).  Dengan demikian gula memiliki  efek yang kecil terhadap peningkatan kadar glukosa darah. Sebagian besar gula, seperti madu, laktosa dan sukrosa memberikan dampak yang kecil terhadap penigkatan glukosa darah daripada (katakanlah) makanan dari terigu, oleh karenanya dapat dengan aman dimasukkan dalam diet-rendah GI.

Tingginya Gula darah merupakan gangguan sistem metabolik, juga sebagaimana : obesitas, pra-diabetes, diabetes tipe 2, sindrom resistensi insulin dan penyakit jantung. Cara terbaik untuk mempertahankan dengan optimal glukosa darah anda adalah dengan memilih gula dengan nilai GI rendah.

Glikemik Indeks Madu dan Gula
Memahami Glikemik Indeks madu dan gula dapat membantu Anda lebih memperhatikan konsumsi gula harian Anda. Apakah Anda tahu berapa banyak gula yang dikonsumsi hari ini?
Gula pasir (“sukrosa”) yang terbuat dari dua gula sederhana yang disebut glukosa dan fruktosa, terdapat dalam berbagai makanan olahan seperti sereal, roti, mayones, selai, selai kacang, dan kecap.

Glikemik Indeks yang terdapat dalam setiap makanan, akan menjadi ukuran berapa banyak makanan yang dikonsumsi dan berapa besar pengaruhnya terhadap kadar glukosa darah. Semakin rendah rating, semakin lambat proses penyerapan dan pencernaan, yang berarti masuknya gula lebih bertahap dan lebih sehat kedalam aliran darah, sedangkan GI peringkat tinggi berarti bahwa kadar glukosa darah meningkat dengan cepat, dan pankreas dirangsang untuk melepaskan insulin untuk menjaga gula darah pada tingkat yang konstan dan aman, dan dengan demikian menghambat pelepasan hormon pertumbuhan, yang pada gilirannya menekan sistem kekebalan tubuh. Masuknya gula ke dalam aliran darah tidak hanya memberikan gangguan keseimbangan gula darah tubuh, insulin yang dikeluarkan juga menyebabkan terjadinya penyimpanan lemak dan meningkatkan berat badan (obesitas) dan penyakit jantung. Karbohidrat kompleks seperti buah-buahan dan sayuran cenderung diserap lebih lambat, mengurangi dampak pada tingkat gula darah, dan karenanya merupakan bagian penting dari diet orang-orang yang mencoba untuk menurunkan berat badan.

Glikemik Indeks memberikan arti penting untuk penderita diabetes, tetapi juga memiliki implikasi kesehatan yang penting bagi orang-orang pada umumnya. Diet rendah GI telah digunakan sebagai pengendali insulin dan kolesterol darah. Studi menunjukkan bahwa madu memiliki indeks glikemik lebih rendah dari gula meja dan oleh karena itu memberikan sumber energi yang relatif lebih lama dan mantap .

Indeks Glikemik madu dan gula:
Madu Glikemik Indeks: 55
Gula Glikemik Indeks: 61

Dan ingat, Anda adalah apa yang Anda makan.

Perhatikanlah pola makan anda!!!

  1. #1 by zerosugar on 4 Maret 2013 - 11:35 pm

    apakah semua jenis madu mempunyai indeks glikemik yang rendah? atau ada jenis madu yang harus dihindari?

    • #2 by tyanto on 6 Maret 2013 - 2:23 am

      setinggi-tingginya indeks gikemik yang dimiliki madu masih dibawah gula umumnya. baik gula merah maupun gula pasir. yakni disekitar 60. Namun yang harus diperhatikan dari madu yang dikonsumsi penderita diabetes bukan sekedar indeks glikemik nya saja, tapi lebih utama adalah banyaknya kandungan bioflavonoid (umumnya berwarna gelap sampai hitam) yang dapat membantu penurunan kadar oksidan yang berada di pankreas.
      Sejauh pengalaman untuk menangani penderita diabetes hampir semua memberikan respon positif karena terjadi perbaikan kadar gula darah. Baik itu menggunakan madu hitam, madu hutan, atau madu propolis. Namun sementara ini masih madu propolis yang terakhir memberikan efek penurunan kadar gula darah.

  2. #3 by muryanto on 8 April 2012 - 8:13 pm

    Info yang sangat berharga, thaks berat

    • #4 by tyanto on 12 April 2012 - 12:26 am

      makasih dukungannya, semoga banyak membantu

  3. #5 by Ehwan on 26 Januari 2011 - 4:20 pm

    Subhanalloh….saya perlu banyak belajar dari mahkluk ciptaan allah yang 1 ini

    • #6 by tyanto on 27 Januari 2011 - 6:54 am

      mangga, silahkan Om!!! mudah-mudahan mendapat pelajaran yang berharga….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: